Silicon
Power adalah pemasok komponen PC yang mengkhususkan diri dalam industri
penyimpanan data flash. Setiap tahun, Silicon Power (SP) memproduksi berbagai
flash drive, kartu memori, SSD, dan modul DRAM. Dalam hal modul memori DDR3,
merek SP memang terdengar agak "asing". Meski begitu, kami tetap
memiliki kesempatan unik untuk menjajal salah satu produk memori DDR3-nya,
yakni seri Silicon Power Xpower DDR3.
Modul memori yang masuk ke
laboratorium JagatReview memiliki spesifikasi yang sangat tinggi, yakni kit
16GB (2x8GB) dengan kecepatan DDR3-2400. Dari semua memori yang masuk ke lab
kami tahun lalu, ini pertama kalinya kami mereview memori dengan kepadatan IC
yang cukup besar (8GB per modul) (menjadikannya kit kanal ganda 16GB).
Berdasarkan
keterangan dari web mereka, seri Xpower ini merupakan RAM DDR3, seri teratas
yang dimiliki Silicon Power, dan mereka yakin bahwa memori ini memiliki
"exceptional overclocking performance" yang PC enthusiast untuk
memaksimal.
Ruang
Lingkup dan Metoda Pengjianan
Silicon
Power Xpower Bipower disaclock di sistem kami dan menjalankan benchmark, dan
bagaimana hasil overclocking ini berpengaruh kepada performa sistem secara
keseluruhan. Pengujian dimulai, Perenga Menguji Performa, Spesifikasi sesuai
kemasan, and Lalu Pengujian overclocked dilangsungkan.
Details dari
jalannya pengujian adalah sebagai berikut:
- pengujian overclocking akan dilakukan menggunakan
pending air cooling, white light CPU maupun RAM. Extreme cooling sama sekali
tidak digunakan disini karena yang menjadi fokus adalah performa memori dalam
skenario penggunaan sehari-hari.
- Untuk
pengujian utama, RAM setting DRAM Voltage (VDimm), yakni 1.65V dan 1.75V. Dua
setting ini dipilih karena setting tegangan memori seperti ini masih cukup aman
untuk digunakan sehari-hari. Kemudian kami akan menambahkan satu lagi pengujian
dengan voltase 1.85V, untuk pengujian calibration saja (tidak untuk pengujian
kestabilan dengan LinX).
- Pada
setiap sets the voltage, yang masih stabil untuk menjalankan berbagai benchmark
dalam pengujian kami. * Definisi'stabil'disini adalah bisa menjalankan semua
software pengujian tanpa BSOD / Crash *
Uji Software
Kami memilih
beberapa benchmark yang cukup'menyiksa'memori untuk melihat apakah konfigurasi
overclocking kami cukup stabil untuk menjalankannya. Berikut ini benchmark yang
kami pilih:
1) 3DMark 11
Physics score: benchmark ini yang akan menguji kecepatan CPU dan RAM dalam
memproses simulasi perhitungan physics dengan Bullet open source physics
library. Skor physical test ini hampir tidak dipengaruhi oleh GPU, dan hampir
sepenuhnya tergantung pada kecepatan prosesor dan RAM.
2) Intel XTU
benchmark test: Intel XTU (Xtreme Tuning Utility) adalah sebuah software
debugging software, Intel third-generation Core "Ivy Bridge" and
fourth-generation "Haswell". Didalam software can adjust initerdapat
sebuah benchmark yang mengkalkulasi bilangan prima (menggunakan algoritma mirip
prime95), dan benchmark tersebut sangat menyukai performa memori yang kencang.
3) AIDA64 memory benchmark
test-latency: Aplikasi AIDA64 memory benchmark test (dahulu bernama Everest)
popular tester/reviewer untuk menguji perform a memori mereka, ini disebabkan
karena aplikasi terse but memang sangat dipengaruhi performara
subsisteminmeriri, frekuensi
memory controller pada sistem, dan juga delay dari memori yang digunakan. Pada
pengujian ini kami tidak menguji performa's "memory read bandwitdh",
namun menguji's "memory latency"
4) LinX
0.6.4: LinX dikenal sebagai program penguji kestabilan yang akan sangat
"menyiksa" CPU, memory controller, dan juga Modul Memori. Jika ada
sebuah konfigurasi overclocked yang bisa menjalankan uji LinX, biasanya kami
bisa berasumsi bahwa set overclocked yang digunakan akan cukup stabil untuk
skenario penggunaan sehari-hari.
Pemilihan
test platform
Mengingat
kkan akan menguji kemampuan overclocking dari Silicon Power Xpower DDR3-2400,
tentunya kami harus memilih platform yang memiliki memory controller
berkemampuan tinggi, maka dari itu kami memilih platform Intel Haswell LGA1150.
Berikut ini
spesifikasi lengkap dari sistem yang kami gunakan:
- Prosesor:
Intel Core i7-4790K “Devil’s Canyon’
- Motherboard:
ASUS Maximus 7 Gene
- RAM:
Silicon Power Xpower DDR3-2400 2x8GB Kit
- VGA:
Galaxy NVIDIA GeForce GT 630 ‘Fish’ Limited Edition
- SSD:
Kingston HyperX 3K 120GB
- PSU:
Corsair AX850W
- CPU
Cooling: Thermaltake Frio OCK
ASUS Maximus 7 Gene motherboard
motherboard motherboard motherboard Z97 motherboard motherboard NVIDIA GT 630
graphics and graphics cards.
By.Amanda Eka P.
More From Author
Ram Memory